Info Kolaborasi:
Laporan Kegiatan ASPPUK Selama Desember
Pada bulan Desember, seperti biasa, Asppuk (Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil) selain menyelenggarakan FGD (Focus Group Discussion) di lima desa desa, juga melakukan kegiatan lain seperti pelatihan yang merupakan follow up dari diskusi gugus belajar. Dalam ringkasannya, Asppuk juga memberikan beberapa catatan seperti capain, hambatan atau pendukung serta solusi.
Berikut ini deskripsi masing-masing kegiatan dan dilengkapi dengan catatannya sebagai bahan diskusi:
1. Pendampingan Pengurus Jarpuk, LPK dan calon kader
Capaian: fungsi pengurus dan pengatur Jarpuk dan LKP memunculkan kader baru untuk reorganisasi minimal tiga orang per desa.
Hambatannya: Lingkup gerak masih terbatas LKP dan dusun serta pemahaman isu dan strategis gerakan masih lemah.
Solusi: Memotivasi SDM dan mengawal kader-kader aktif di luar dusun/desa Jarpuk dan LKP serta membangun strategi gerakan perempuan.
2. Pelatihan di desa Srihardono tentang pemanfaatan pekarangan untuk tanaman sayuran dan pengelolan pupuk kandang untuk mendukung pertanian organik.
Capaian: Terlaksanannya pelatihan pada 8-9 Desember dan terbentuknya kelompok dari 15 anggota.
Pendukung: Tokoh dusun sudah mengembangkan pupuk organik.
Solusi: Penguatan kelompok baru sebagai motivasi untuk mengembangkan usaha tanaman sayuran organik sebagai percontohan di tingkat desa.
3. Pelatihan pengelolaan sampah dengan kerajinan tangan.
Capaian: terlaksananya gerakan pemisah sampah organik dan non oraganik serta pelatihan tersebut yang diikuti 23 perserta.
Pendukung: Sudah ada bank sampah, sehingga tinggal melanjutkan gerakan tingkat desa.
Solusi: Penguatan organisasi pengelolaan sampah dan peningkatan kualitas kerajinan dan pasar.
Pelatihan pada 27 Desember tentang Diversifikasi usaha berbasis bahan lokal dan difasilitasi Dinas Perdindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul (Disperindag)
Capaian: Pelatihan telah diselenggarakan selama tiga hari dan dihadiri 20 peserta dan narasumber dari Disperidag.
Pendukung: Dipahami resep dan praktek bahan dan alat-alata sederhana serta peserta sangat bersemangat.
Solusi: Kegiatan kelompok difokuskan di dusun Kraton, Mulayodadi. Terbentuk pula satu kelompok pembuat tela-tela singkong dan kripik sukun dan stik sukun.
5. Pelatihann Pembuatan Kripik Tempe.
Capaian: Terlaksananya pelatihahan selama tiga hari 27-29 Desember dan dihadiri 30 peserta. Terbentuknya sekelompok pembuat kripik tempe yang berjumlah 10 orang.
Pendukung: Peserta angat berminat membuat tempe karena bahan dengan mudah didapat di lingkungan dusun.
Solusi: terbentuk penanggungjawab yang mengkoordinasi kelompok dan pasar
Kegiatan FGD:
Desa Jambidan pada 15 Desember dengan topik kesehatan reproduksi.
Hambatan: banyak peserta merasa takut pada penyakit sehingga lebih baik tidak tahu, dan kurang memperhatikan tubuhnya sehingga keluhan tidak dirasakan.
Solusi: Mengundang bidan terdekat.
Desa Srihardono pada 16 Desember dengan topik Pengorganisasian kelompok perempuan.
Hambatan: kurang pemahaman berorganisasi dan kurang bekerjasama.
Solusi: Penguatan kelompok perempuan.
Desa Wonolelo pada 17 Desember dengan topik Pembagian kerja dalam rumahtangga.
Target: pengetahuan peran dalam pembagiann keputusan keluarga serta mengatasi masalah keluarga.
Solusi: melihat sosok tauladan di lingkungan sekitar.
Desa Mulyodaadi pada 18 Desember dengan topik Pemahaman berorganisasi.
Target: Pemahaman organisasi dan kelompok perempuan meningkat dan peserta mengetahui tujuan berorganiasasi.
Solusi: pembetukan kelompok baru.
Desa Gilangharjo dengan topik Pemahaman dan pendidikan kritis.
Hambatan: peserta masih bingung dalam pemahaman yang diberikan.
Solusi: perlu dilajutkan dengan diskusi tentang kasus di desanya.









