Dapur Info:

Pertemuan yang tertunda

Dari pertemuan bulanan anggota kolaborasi

 

Pertemuan bulanan yang biasanya dilakukan sebulan sekali, tetapi pada bulan Oktober lalu tidak dilakukan karena aktivitas Gunung Merapi yang meningkat dan menyebabkan kantor LP3Y yang berada kurang lebih 20 kilometer dari puncak, libur selama dua minggu. Pada kamis 9 November ini akhirnya dilakukan pertemuan rutin anggota kolaborasi. 

Diskusi atau pertemuan yang berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB itu dihadiri oleh anggota kolaborasi. IDEA, selain koordinator program ini, hadir pula anggota divisi lain. Sehingga bertujuh, mereka saling mengisi untuk melaporkan kegiatan lembaganya. Dua di antaranya juga ada anggota baru dan satu orang bagian keuangan.

LP3Y, selain project officer-nya hadir juga staf lainnya sehingga berjumlah lima orang. Sedangkan ASPPUK hanya satu orang dari bagan keuangan karena ada banyak kegiatan bersamaan dengan acara tersebut.

Adapun materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain:

  1. Evaluasi kegiatan masing-masing lembaga
  2. Mengaktifkan mailing list jejaring yang selama ini dianggap kurang dioptimalkan. Padahal semula fungsi mailing list ini salah satunya untuk memberi informasi kegiatan masing-masing lembaga yang akan dan sudah dilakukan kepada semua anggota kolaborasi.
  3. Mencari solusi bersama atas permasalahan yag ditemukan di masing-masing lembaga.

 

Sebagai diskusi, Wisnuadji yang mewakili IDEA memaparkan ada beberapa rencana kegiatan yang tidak memenuhi target di bulan ini. Selain karena kendala internal lembaga, juga disebabkan karena tingginya aktivitas lain yang tidak terduga yakni membantu pengungsi korban erupsi Merapi. Sehingga selama bulan November forum warga hanya dilakukan satu kali di Desa Mulyodadi pada tanggal 19 November.

Dalam diskusi diperoleh informasi bahwa dari proses forum warga tersebut diperoleh kesepakatan antar pemengku kepentingan di desa untuk meningkatkan kebermanfaatan program menjadi tingkat desa. Hal ini disebabkan komunitas mitra IDEA di desa Mulayodadi, tepatnya di dusun warungpring sudah tidak aktif.

Denga adanya erupsi Merapi yang terjadi sejak tanggal 28 Oktober lalu menyebabkan proses pelaksanaan kegiatan IDEA tidak dapat berjalan sesuai jadwal. Sehingga IDEA mengambil pilihan untuk konsentrasi pada proses tanggap darurat bencana.

Sedangkan ASPPUK yang diwakili oleh Siwi hanya memaparkan perencanaan kegiatan bulan Desember ini. Sedangkan untuk kegiatan selama November tidak ada kendala berarti karena program berjalan sesuai target.

Untuk LP3Y, laporan koran warga dengan nama Krida edisi perdananya telah terbit. Kendala yang perlu didiskusikan dengan anggota kolaborasi lain adalah bagaiamana pendistribusian Krida agar tepat sasaran. Mengingat oplah Krida hanya 1.500 eksemplar, diharapkan Krida dapat tersebar secara merata.

Dalam pertemuan tersebut didapati sejumlah solusi agar Krida dapat dititipkan pada acara-acara yang dilakukan oleh IDEA atau ASPPUK, atau dapat juga di pajang di salah satu tempat strategis, misalnya balai desa agar semua dapat mengetahui adanya koran warga

Terbitnya Koran Warga

Edisi perdana koran warga yang diberi nama Krida hadir pada November lalu. Dengan format majalah yang berisi empat halaman sebagai awal dan karena antusiasme pengurus koran warga ini tidak tertutup kemungkinan Krida akan hadir lebih dari empat halaman tersebut.

Sebagai sarana untuk menginformasikan kegiatan, terutama kegiatan ekonomi para perempuan di lima desa di Bantul (Jambidan di kecamtan Banguntapan, Srihardono di Pundong, Wonolelo di Pleret, Mulyodadi di Bambanglipuro dan Gilangharjo di Pandak) Krida aka hadir setiap bulannya.

Para pengurus atau yang menjadi tulang punggung Krida ini adalah para perempuan dari lima desa tersebut. Mereka yang punya kegiatan dan mereka pula yang mengabarkannya.

Namun Krida juga terbuka pula bagi laki-laki warga desa untuk dapat pula menyumbangkan informasi dengan prioritas mengenai kegiatan ekonomi perempuan di desanya. Sebagai Edisi perdana ini Krida menyajikan laporan dengan judul antara lain sebagai berikut:

  1. Bingkisan Lebaran Pengikat Pelanggan, (Karya Khulil Khasanah, Wonolelo), hal 1.
  2. LKP Sida Makmur Warungpring Geser Bank Plecit (Karya Istriyanti dan V Mei Diana, Mulyodadi), hal. 2.
  3. Dengar Cerita Grameen Bank di Training Penguatan LKM (Karya Eny Arofah, Wonolelo), hal. 3.
  4. Bunga Naik, Nasabah Tetap Bertambah (Karya Emy Cayarani, Gilangharjo) hal. 3.
  5. Habis Pelatihan Terbitlah Krida (Karya Istriyanti, Mulyodadi), hal 4.

 

Dengan adanya berita yang dihadirkan oleh warga lima desa dan untuk warga desa tersebut, diharapkan informasi tentang kegiatan ekonomi khusus kegiatan ekonomi yang melibatkan perempuan di lima desa dapat diketahui dan bermanfaat bagi warga. (may)