Pengantar:
Hari AIDS Dunia dan Peran Media
Berita tercatatnya angka pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah yang mencapai 137 orang dan 22 di antaranya ada ibu rumah tangga (Kedaulatan Rakyat, 2/12) menjadi perhatian bersama. Karena selama ini masih banyak anggapan bahwa HIV ditularkan oleh perempuan pekerja seks semata.
Pernyataan tersebut tidak keliru, namun setidaknya lebih baik kita melihat persoalan secara jernih. Belakangan angka HIV/AIDS meningkat karena perilaku berisiko pada kalangan pengguna NPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) suntik dengan memakai jarum suntuk secara bersama.
Realitas ini pun sesungguhnya menepis anggapan keliru bahwa tidak hanya ditujukan pada profesi tertentu akan tertular HIV namun siapa pun jika melakakukan perilaku bersiko akan mudah tertular.
Apa kira-kira yangperlu dilakukan menurunkan angka HIV tersebut? meskipun diketahui angka HIV meunurn meski tidak terlalu signifikan.
perlu ditindaklanjuti dalam rangka sosialisasi untuk pencegahan dan menunjang target pembangunan milenium 2015. Apa saja yang sudah dilakukan dari banyaknya kenyataan yang terlukis di media?
Sosialisasi kepada remaja tentang seksualitas yang sangat berhubungan dengan perilaku berisiko tersebut di atas perlu kiranya dimulai disisipkan di tingkat pendii\dikan. Oleh karenanya sekolah dapatbekerja sama dengan lembaga yang peduli dengan HIV unutk memberikan pencerakan kepada sisawa-sisawanya agar tidak mendekati perilaku berisiko yang dapat menularkan HIV. Sehingga tidak akan terjadi kesalahan pemberian informasi guru kepada siswa ketika menyelipkan informasi tentang HIV seperti yang tertuang dalam Kompas edisi 3/12/10 hal. 1 dengan semangatnya Rugayah menyakinkan muridnya bahwa semua barang yang dipakai ODHA harus dipakai agar tidak tertular ke oranglain.
Informasi yang paling elemneter idelanya sudah segera dissosialisasikan tidak hanya mereka yang peduli AIDS tetapi juga pad amereka yang duduk di dunia pendididkan. Tetntu dengan tujuan agar infomasi keliru tidak terus berlanjut ke siswanya.
Selain juga sodialiasi di tingkat desa, mengingat ibu rumah tangga adalah bagian dari …..bila pasangannya berpelaku risiko akan berdampak pad adirinya…….
Tidak berhenti sampai di situ. Jika perempuan tersebut sedanga mengandung bayi dan tanpa karena ketidaktahuan ada HIV ditubuhnya, ia dapat menularkan virus tersebut kepada bayinya. Namun, jika si perempuan tahu, bayi bisa saja tidak tertular bila dilakukan pencegahan-pencegahan oleh dokter (ahli kesehatan). namun tetap saja perempuan itu sebagai korban dari perilaku laki-laki yang tidak bertanggungjawab.
Persoalan HIV/AIDS yang mengemuka saat ini hanya segelintir dari begitu banyak persoalan yang ada. Jika menyimak atau mengikuti perkembangan HIV/IDS di Indonesia didapati sejumlah persoalan yang kadang dapat dikatakan klasik karena soal tersebut terus mengemuka, sebut saja masih kurangnya pelayanan ARV gratis bagi ODHA tidak mampu, atau adanya tes HIV bagi pelajar atau pegawai yang dianggap melanggar hak manusia.
Masih banyak lagi persoalan HIV yang mengemuka yang dibutuhakan regulasi pemerintah yang mengatur sistem bagaimana ODHA punya hak sama dengan warga lain.
Seberapa jauh media memperhatikan atau menempatkan isu HIV ini sebagai isu yang dianggap penting? Pada Desember ini seperti biasa, kita selalu memperingati Hari AIDS Sedunia. Pada hari itu biasanya ada perinstiwa atau kegiatan yangdulakukan lembaga peduli AIDS untuk memberi informasi atau berbagi kepada publik unutk lebih mengetahui tentang AIDS.
Lebih jauh lagi lembaga yang concern terhadap persoalan ini juga seringkali mengadakan kegiatan berupa seminar atau diskusi ataupun workshop kepada para pihak yang dapat diajak kerjasama unutuk memperjuangkan agar isu ini selalu terus tidak dilupakan orang.
Namun apa peran media sudah cukup membantu untuk mensosialisasikan persoalan itu? Beberapa media juga mulai mengangkat persoalan tersbeut seperti halnya …..sebutkan korannya…..dan sedikit isisnya.
Persoalan yang diangkat media hanyalah persoalan kecil tentang HIV/AIDS. Dibalik persoalan itumasih banyak lagi yang tidak terekspose oleh media seperti hanya yang dibicarakan dalam forum mailing list AIDs –ina seperti misalnya tentang TKI yang diwajibkan untuk test HIV, tahanan rutan yang ditolak oleh rumah tahanan Kejari karena mengidap HIV, sosialisasi HIV yang tidak tepat di lembaga pemerintahan, ODHA yangharus mengeluarakan biaya untuk ARV gratis dan lain sebagainya.
Seperti yang dikatakan oleh wakil presiden, Boediono, bahwa media diharapkan memberikan ruang public education untuk persoalan HIV/AIDS (tribunnews.com 31/12/10)









